Doa 1

Bukankah seharusnya aku tak lagi heran?

Pada malam-malam menjelang pestamu

Menjemput subuh dalam teguk-tawa

Pada denting-denting leher botolku

Tua-muda ini berkeliling gelas kecilnya
Mengeja namamu pelan-pelan berbisik
Dimulailah kemenangan besok segera
Pada namanu kuselipkan doa.

 

 

(Tonggos/Oktober 2019)