Contra Piedra #2

Jakarta, dan apa yang harus kita bersama jaga.

Kacau hari ini,
rilis media resmi tak bikin tenang dan berdiam diri.
Yang keluar dua hari lalu tetap menjadi bualan belaka.
Pemain jadi pion, dan yang memutuskan lagi-lagi sembunyi.
Padahal, yang kami butuhkan jelas.
Keputusan, jawaban atas tuntutan bukan suara pemain-pemain itu.

Coba pantik dan bakar lagi,
bara panas di tanah ini akan selalu kami dekap.
Seiring saudara kami yang berangkat menjemput harap
Suara-suara ini tak bisa padam.
Api yang lahir dari kegelisahan susah dimaafkan,
Sebab ia hadir karena kebebalanmu.

Hari ini,
lagi-lagi kalian tak tepati janji.
Baru dua hari dan masih tak dihargai.
Apa yang terjadi merendahkan rapalan doa ini:
“Kamilah pendukung Sleman, kubawa sampai mati!”

Hari ini,
tak ada jawaban yang menghampiri.
Orang-orang dibuat kebingungan lagi.

Meminjam lirik Kontra Muerta:
Kita bisa percaya bahwa kanker kekalahan
Menempel pada paru-paru takdir, serupa nikotin
Dan pada akhirnya akan ada waktu berpetualang berakhir
Tapi tidak hari ini
Niscaya terbungkam,
Tidak hari ini
Langit pasti menutup,
Tapi tidak hari ini
Detaknya akan berdiri, rangkul kawan kalian kanan-kiri
Gelap pasti kan datang,
Tapi tidak hari ini!

Kepalan tangan dan rapalan doa masih kuserukan,
atas perjuangan menghajar kegelisahan.
dan PSS Sleman,
Semoga lekas diberi kesehatan.

 

ditulis oleh: Carang & Pandhus