Sehari Sebelum

(Cerita Pendek Sekali)

Itu malam, oleh pendar lampu-lampu kota yang tentu dingin.
Ribut angin antar gerbong kereta dalam lelapmu menyandarkan kepala.
Jalan besi berkelok, matamu terpejam dihipnotis botol-botol kaca.
Lain waktu, berjubel dalam bis dan roda-roda lainnya.
Jalanan merambat mampir di bingkai jendela.
Sigaret dibagi, disulut habis dihisap tawa.
Sarapan apa ya kita begitu nanti tiba?

Seperti batu-batu pijakan menuju tepian.
Alun-alun kota dan singkat-singkat perhentian.

Surya mulai tinggi, menyengat sudut mata.
Bangun bergegas, kita sudah dekati tujuan.

 

(Tonggos Darurat)