Sumber foto: CampusBoys1976

Struggle, For What We Love

Salam sapa untuk para pemuja,
utara, selatan, dan segala macam arahnya.

Bersua kita di September yang ceria, kata banyak orang.
Mengira bahwa melihat para penggawa bisa dalam waktu dekat.

Salam template di pagi hari, dengan emoticon hati.
Siapa kalian berani nyamber kami?

Terpaksa menelan begitu saja,
Menggerutulah sampai pagi tiba,
Bingung dan marah tanpa jawaban terarah.

Dari sebrang benua,
Mencari pengganti delapan kembar Brasil,
dan si bengis Ukraina,

Tertipu lagi kami kalian semua.
Olehmu yang sudah lupa cara menyapa,
tak lagi ada hangat peluk dan cinta.

Umpan panjang dan tarik kemudian,
Jauh melambung tak tahu malu.
Ganti hari,
Begitu lagi, Anwaruddin menertawai.

Evans kau paksa tak di posisi asli.
Dua lain terlambat kau dapat.
Irja juga Mila,
diforsir mereka.
Oleh dejan, pelatih sialan.

Arthur lagi di sebelah kiri,
kebingungan, berputar-putar dia.
Kapten kami sampai kudu rela tak di tempat biasa.
Elit-elit keparat jadikan tim kami taman bermain untuknya.

Only four points after five match.
Can you see that you’re lost?
Can you see that you’re lost without us?

Tak ada rilis klub atas kekecewaan,
Tiada jawaban oleh pengambil kebijakan.
Pernyataan yang nampak justru menggegerkan.
Akan kemana kau bawa tim kami?
Bagian hidup yang selalu kami banggakan,
yang selalu kami teriakkan di setiap perhelatan,
yang kami bela setengah mati.

Coba saja bungkam kami, lawan kami.
Tak sekalipun kami goyah,
tak sedikitpun kami mundur.

Stanislaus Gandang Deswara, Mei 2016
Muhammad Asad, Januari 2019
Muhammad Iqbal, Juli 2019

Yang tetap bernyanyi di sana dan mengibarkan bendera dengan bangga.
Supaya kita selalu ingat, untuk tidak pernah menyerah.

 

Oleh: Carang & Pandhus